Pemilihan Legislatif, jelang Pemilihan Umum untuk pemilihan Presiden tahun 2014. Berdasarkan edaran dari Menakertrans No. SE-2/Men/III/2014, tentang "Hari Libur bagi Pekerja pada pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014", yang jatuh pada tanggal 09 April 2014. Kami juga libur dan tutup kantor. Karena inilah momen bagi semua Warga Negara atau masyarakat Indonesia, untuk memilih Calon-calon Anggota Legislatif menuju Pemilihan Presiden yang Baru, yang diharapkan adalah pemimpin yang Amanah, yang mampu membawa negara kita pada kondisi yang jauh lebih baik. Menjadi Negara yang Insya Allah, bisa menjadi Negara yang Adidaya, dan rakyat nya sejahtera, dengan tetap berharap, pendidikan sampai jenjang S-1 dan pelayanan Kesehatan terhadap masyarakat di GRATIS kan. Mengingat Sumber Daya Alam kita yang melimpah, yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besar untuk kesejahteraan rakyat.
Pagi hari, pada tanggal tersebut, saya sudah siap-siap dan datang ke TPS setempat. Oh iya, saat ini saya dalam penugasan pekerjaan di pulau lain, yang jauh dari keluarga, sehingga berbekal KTP & Formulir C-6 yang dikirim oleh istri saya via BBM, Saya percaya diri menuju TPS, tempat saya berdomisili.
Sangat disayangkan, setelah saya informasikan pada petugas pendaftaran di TPS tersebut, saya diminta untuk bicara dengan ketua TPS, yang intinya, "Saya tidak bisa menggunakan Hak Pilih Saya". Saya sangat kecewa, dan saya berargumentasi, bahwa ada aturan yang mengijinkan kita bisa memilih di lokasi bukan tempat tinggal kita. Tetapi tetap tidak bisa, akhirnya dengan kecewa, dan dengan suara keras, saya sampaikan bahwa, saya akan masukkkan ke Surat Pembaca di surat kabar. Mereka mempersilahkan untuk saya melapor.
Ironis, disatu sisi, Pemerintah meminta warga negaranya untuk menggunakan hak pilihnya, disisi lain, Implementasi dilapangannya tidak sesuai dengan harapan.
Dan saya membaca "running Text" di 2 televisi swasta, yang menyatakan bahwa, salah satu propinsi yang daftar pemilihnya berantakan, adalah propinsi Kepri. Sangat disayangkan.
Tetapi sebagai Warga Negara, saya tetap berharap, kedepan nya Indonesia bisa mendapatkan Pemimpin Baru yang amanah, yang membawa kita pada suatu perubahan yang jauh lebih baik untuk Masyarakat nya...... Amiiinnn.
Kamis, April 10, 2014
Sabtu, April 05, 2014
IBUKOTA PROPINSI YANG SEPI - TANJUNG PINANG - KEPRI
Tanggal 30 (Hari Minggu) dan tanggal 31 Maret 2014 (Tahun
Baru Saka – Nyepi), kantor kami libur. Saya tetap di Batam, tidak bisa pulang
ke Jakarta untuk kumpul dengan keluarga, karena keesokkan harinya, tanggal 01
sampai 03 April 2014 ada Training Internal QHSE Audit di kantor kami.
Untuk mengatasi kekosongan liburan 2 hari ini, maka saya putuskan
untuk jalan-jalan menyeberang ke Tanjung Pinang (Ibukota Propinsi Kepulauan
Riau) sendirian. Dan sekalian mengunjungi Pulau penyengat. Saya tertarik
mengunjungi Pulau Penyengat karena mendengar cerita dari teman-teman yang asli
penduduk Batam, serta semakin tertarik setelah membaca “Wikipedia”
Menurut
Wikipedia,” Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti
dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah Pulau kecil yang berjarak
kurang lebih 3 km dari Kota Tanjungpinang, pusat pemerintahan Provinsi
Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan
berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat dituju dengan
menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong. Dengan menggunakan bot
pompong, memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Salah satu objek yang bisa kita liat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Pulau penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.”
Masih menurut
Wikipedia, “Pada abad ke-18, Raja Haji membangun sebuah benteng di Pulau
Penyengat, benteng tersebut tepatnya berada di Bukit Kursi, disana ditempatkan
beberapa meriam sebagai basis pertahanan Bintan Ia menguasai wilayah istrinya
Raja Hamidah tahun 1804. Anaknya kemudian memerintah seluruh kepulauan Riau
dari Pulau Penyengat. Sementara itu, saudara laki-lakinya memerintah di Pulau
Lingga di sebelah selatan dan mendirikan Kesultanan Lingga-Riau.”
Setelah membaca
Wikipedia, saya semakin tertarik untuk mengunjungi obyek wisata tersebut.
Sehingga hari sabtu, tanggal 29/03/2014, saya putuskan untuk booking Hotel di
Aston Tanjung Pinang untuk tanggal 30-31 Maret 2014.
Tanggal
30/03/2014 pagi, diantar oleh teman, saya menuju Pelabuhan Punggur. Membeli
tiket penyeberangan sebesar Rp. 55,000 per-orang ditambah membayar pas sebesar
Rp. 5,000 per-orang. Dengan kapal ferry Marina-5, dengan kapasitas sekitar 150
penumpang, saya berangkat ke Tanjung Pinang. Di Ferry penumpang cukup padat,
karena selain hari Minggu juga karena ada 1 hari libur nasional (Tahun Baru
Saka – Nyepi). Butuh waktu sekitar +/- 55 Menit, saya mendarat di Pelabuhan
Tanjung Pinang. Lalu setelah bertanya, saya putuskan untuk langsung menyebrang
ke Pulau penyengat, yang pelabuhan tradisional bersebelahan dengan Pelabuhan
Tanjung Pinang. Dengan ongkos sebesar Rp. 6,000 per-orang, saya naik perahu pompon
untuk menyeberang ke Pulau tersebut.
Setelah sampai,
saya mencari ojek sepeda motor dengan kursi di samping, untuk membantu saya
sebagai guide (Pemandu Wisata) untuk berkeliling di Pulau tersebut dengan biaya
Rp. 30,000 sekali keliling.
Sangat
disayangkan, Pulau yang sebagai Situs Warisan Budaya Dunia tersebut, terkesan
sangat kumuh dan kotor. Banyak sampah di laut sepanjang perjalanan dari Pulau
Tanjung Pinang ke Pulau Penyengat. Saya cukup kecewa melihat nya……….. Saya
berharap Pemerintah Daerah bisa menertibkan dan merapikan nya, dengan memasang
plang-plang, atau spanduk larangan membuang sampah sembarangan, serta
menyediakan fasilitas untuk tempat-tempat membuang sampah sebanyak mungkin. Karena siapa
lagi yang bisa menjaga kebersihannya selain oleh kita-kita juga, sebagai anak
Bangsa.
Setelah puas di
pulau penyengat, saya kembali ke Pulau Tanjung Pinang dan check-in di Hotel Aston
Tanjung Pinang, yang ternyata jaraknya cukup jauh dari Pelabuhan. Kesan saya
terhadap Ibukota Propinsi Kepulauan Riau ini, adalah jauh dari keramaian,
bahkan terkesan sangat sepi. Jauh lebih ramai di kota Batam…..
MENGHADIRI OTC DI KLCC - MALAYSIA
Tanggal 25 sampai 28 Maret 2014, Malaysia mengadakan OTC
(Offshore Technology Conference) se ASIA, di KLCC (Kuala Lumpur Convension
Centre) Twin Tower. Conference ini biasanya diadakan tahunan di Houston-USA
untuk seluruh Perusahaan Oil & Gas se-Dunia. Tetapi di tahun 2014 ini,
Malaysia mengadakan nya khusus kawasan Asia, patut diacungi jempol, karena ajang
ini untuk berkumpulnya perusahaan-perusahaan Oil & Gas, serta seluruh Perusahaan
pendukung nya (supporting), baik jasa maupun fabrikasi nya. Dan sebagai ajang untuk menunjukkan
juga technology-technology terbaru, yang aman serta ramah lingkungan. Dan untuk menghadiri kegiatan ini, menurut informasi di counter-counter Tiket Masuk (karena masuk dikawasan ini harus pakai "Pass") non member dikenakan biaya USD 25 per day. Tetapi kami, sudah di provide oleh partner kami di Malaysia. Many thanks for Mr. Clifton.
Kami merencanakan berangkat dari Batam pada tanggal 24 Maret
2014, dan sebagian berangkat dari Jakarta langsung ke KL. Dari Batam, seperti
biasa nya kami booking tiket pesawat Firefly dengan tujuan Subang Jaya Airport. Dari
Subang Jaya kami rencana nya akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dengan menggunakan Taksi.
Perjalanan berkisar +/- 40 menit.
Kami sudah booking jauh-jauh hari tiket pesawat dengan Hotel
nya. Karena dikhawatirkan akan “fully booked”, karena kegiatan se Asia. Dan
ternyata benar, seluruh hotel di kawasan KLCC penuh. Via jasa layanan booking
hotel di internet, akhirnya kami mendapatkan hotel di kawasan dekat KLCC yaitu
di jalan Ampang, Hotel Nomad Sucasa All Suites (+/- 1,6 km dari KLCC). Belakangan saya baru tahu,
bahwa Kawasan jalan Ampang ini adalah kawasan mayoritas untuk Kedutaan-Kedutaan
Besar. Seperti Perancis, Korea, Arab Saudi, China, Spanyol, Thailand, dll. Dan di hotel inipun ternyata penuh dengan peserta OTC.
Tanggal 24/03/2014 pagi, saya sudah dikantor, untuk
menyelesaikan pekerjaan, sekaligus meeting koordinasi terkait dengan tidak
hadirnya saya dikantor selama 5 hari. Dan saya sudah harus bersiap-siap untuk ke
Bandara karena pesawat take-off pukul 11.20 WIB.
Ternyata pada tanggal tersebut, ada tamu (Client), yang juga
harus saya temui serta saya selesaikan masalah nya. ( Oh ya, selama saya
tinggal di Batam, karena tidak macet, serta perjalanan ke Bandara hanya +/- 15 menit, sehingga saya berani untuk selalu last-minute ke bandara nya ). Setelah
selesai meeting dan bertemu dengan Client, Pagi itu pukul +/- 10.30 WIB, saya
meluncur ke Bandara. Setelah sampai Bandara, seperti biasa, saya lakukan
Check-in di Counter Firefly. Ternyata……….. counter sudah “CLOSED. Dengan
berbagai cara, saya lakukan pendekatan, termasuk dengan fihak Imigrasi
Indonesia. Tetapi sudah tidak bisa, karena pesawat sudah mendarat dari
Malaysia. Dan semua penumpang sudah boarding, laporan manifest penumpang juga sudah di Closed. Terpaksa saya mengalah, karena
ini memang kesalahan saya…… (Belakangan saya diledekin oleh saudara-saudara, “makanya
jangan meniru gaya pejabat yang selalu Last Minute”….hahahahaha). Tiket pesawat
???? hangus boooooo……
Akhirnya, dengan diantar oleh supir kantor, saya meluncur kembali
ke Pelabuhan Laut, untuk berangkat via laut dan darat. Melalui “Batam Centre Ferry Terminal” di kawasan Batam Centre, tidak
jauh dari kantor. Dan saya membeli tiket ferry menuju Stulang Laut – Johor.
Perjalanan memakan waktu +/- 2 jam, dari Batam menuju pelabuhan Stulang Laut.
Dari Pelabuhan Stulang Laut, dilanjutkan dengan naik taksi ke Larkin, Terminal
untuk keberangkatan Bus ke Kuala Lumpur. Perjalanan dari Terminal Larkin –
Johor ke KL memakan waktu sekitar +/- 5 Jam.
Hahahahahahahaha…… SEMANGAT…!!!!!!
PERJALANAN MENUJU PULAU BUSING - SINGAPORE
Tanggal 13 Maret 2014, Kami harus menyelesaikan sedikit
masalah terkait dengan pekerjaan kami dengan Client kami di Pulau Busing –
Singapore.
Perjalanan kami mulai dari pelabuhan Sekupang - Batam, naik
ferry menuju Harborfront-Singapore. Membutuhkan waktu sekitar +/- 50 menit.
Setelah melalui antrian imigrasi yang melelahkan di Pelabuhan Harbourfront,
kami sempat kan untuk makan siang terlebih dahulu di Vivo City.
Perjalanan kami lanjutkan dari Harbourfront menuju Pelabuhan
Pasir Panjang dengan memakin taksi. Ternyata di pelabuhan pasir panjang, kami
sudah ditunggu oleh boat dari fihak Client untuk mengantar kami ke Pulau Busing.
Kemudian kami langsung naik boat dengan kapasitas +/- 10 orang, perjalanan
memakan waktu sekitar 30 menit menuju Pulau tersebut.
Di Pulau Busing, kami melakukan koordinasi dengan pihak
Client, untuk kemudian meeting dengan fihak Main-Client. Meeting tidak sampai
10 menit, sudah selesai. Alhamdulillah…. Pengambilan keputusan yang cepat dan
effisien serta taktis.
Lalu kami kembali menuju ke Pelabuhan Pasir Panjang
menggunakan boat yang sama dengan ketika kami berangkat. Selanjutnya dari Pelabuhan
Pasir Panjang, kami langsung naik taksi kembali menuju Pelabuhan Harborfront,
makan sore lagi di Vivo City dan lanjut menyeberang kembali ke Batam.
Perjalanan “one day trip” yang lumayan melelahkan. Perjalanan bolak-balik ke
Pulau tersebut memakan waktu hampir satu harian, tetapi meeting nya tidak lebih
dari 10 menit. Mantap….
Ada satu hal yang menarik untuk saya cermati. Ternyata Pulau
Busing adalah bukan Pulau asli, tetapi hasil reklamasi. Pulau ini khusus untuk
tempat penyimpanan Minyak Mentah dan Pengolahan untuk menjadi BBM siap pakai.
Dengan Storage tank yang cukup banyak dan dan setiap tangki penyimpanan sangat
besar kapasitasnya….
Artinya, mereka (Singapore) membeli minyak mentah dari kita,
lalu mengolahnya dan menjualnya kembali ke kita dengan harga yang cukup mahal.
Dan bangsa kita adalah peng-import terbesar BBM dari Singapore…… Masya Allah.
Lalu siapa yang bodoh ???.
Minyak mentah dari kita, mereka hanya mengolahnya, lalu
menjualnya kembali ke kita dengan harga yang berlipat, sementara Negara kita
dengan Sumber Daya Alam nya yang luar biasa, kurang bisa memanfaatkan dengan maksimal untuk
kepentingan dan kesejahteraan rakyat nya……
Di Negara kita, subsidi BBM, hanya di nikmati oleh
segelintir orang, yang memiliki kendaraan pribadi, bahkan banyak yang lebih
dari satu kendaraan, tetapi tetap dengan fasilitas subsidi BBM dari Negara.
Subsidi yang kurang tepat sasaran. Seharusnya, Negara kita bisa mempunyai
keberanian dan kekuatan untuk menghapus subsidi BBm dengan mengalihkannya pada
Pendidikan GRATIS serta penanganan Kesehatan GRATIS, demi kesejahteraan Warna
Negara nya.
Ada 7 (Tujuh) Negara Asean yang berani tidak memberikan
subsidi BBM pada Warga Negara nya, tetapi dialihkan untuk kesejahteraan dalam
bentuk lainnya. Sehingga mengajarkan Masyarakatnya untuk tidak konsumtif pada
pemakaian BBM, yaitu, Myanmar, Thailand, Filipina, Laos Kamboja, Vietnam dan
Singapore (Sumber : Detik-Finance, Jum’at 28/06/2013, Judul Berita : 7 Negara
Tetangga Yang Berani Tidak Beri Subsidi Pada Masyarakatnya).
Pemakaian BBM di Negara kita sangat konsumtif. Tiap hari
butuh 1,5 Juta Kiloliter (KL) untuk memenuhi kebutuhan di Dalam Negeri.
Sementara produksi Minyak Mentah kita semakin tahun semakin menurun.
Produksinya hanya 650,000 barel per-hari. Import BBM perharinya mencapai
800,000 sampai 900,000 barel per-hari-nya. (Sumber : Detik-Finance, jum’at
28/06/2013, Judul Berita : Tiap hari RI Import BBM 800,000 - 900,000 Barel) Dan kebutuhan
ini akan terus meningkat seiring dengan tidak adanya regulasi dan pembatasan
kepemilikan kendaraan…..
Semoga di era yang baru, dengan pemimpin yang baru nanti, Negara kita akan menjadi Negara yang Makmur, Negara Adidaya, dengan mengajarkan pada masyarakatnya untuk tidak konsumtif terhadap sumber Daya Alam yang tidak tergantikan seperti BBM ini...
Rabu, Desember 11, 2013
Selasa, Agustus 13, 2013
20 MENIT TURBULENSI PENERBANGAN YG MENEGANGKAN....
Setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1434 H. dari tanggal 02 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 12 Agustus 2013, maka tanggal 13 Agustus 2013, saya diantar oleh istri dan anak-anak, menuju bandara Soetta, dengan tujuan Batam untuk kembali bekerja sesuai dengan penugasan. dengan menggunakan pesawat penerbangan CitiLink first flight pukul 06.40 Wib.
Kami berangkat dari rumah di daerah Pondok Gede pada pukul 04.10 Wib, lalu sampai di bandara terminal 1-C pada sekitar pukul 05.00 wib. setelah check-in lalu boarding, tidak ada hal yang aneh, semua berjalan biasa saja.
Sekitar pukul 06.20 wib, seluruh penumpang diminta untuk masuk ke pesawat melalui Gate C-2 dengan penerbangan nomor QG-840 dan saya duduk di seat 27-C.
Take off berjalan dengan mulus, kendala terjadi ketika +/- 20 menit sebelum mendarat di Bandara Hang Nadim, nampak nya cuaca begitu buruk.....
Sudah cukup banyak penerbangan yang saya jalani dan lalui, tetapi baru kali ini, saya mengalami kejadian yang membuat seluruh tubuh saya menjadi lemas tak bertenaga. goncangan demi goncangan (Turbulensi), membuat rasa mual begitu hebat.
Kekhawatiran yang sangat mendalam, tiada hentinya saya berdoa dan berdoa, terbayang wajah istri dan anak-anak saya, saat mengantar ke Bandara, terbayang hari-hari yang menyenangkan bersama mereka. Saya pasrah.......
Biasanya, crew pesawat ketika +/- 20 menit akan mendarat, meng-informasikan cuaca di bandara yang akan dituju. Tetapi penerbangan kali ini tidak ada informasinya, mungkin agar penumpang tidak panik.
Sempat beberapa kali terjadi kepanikan ketika Turbulensi / goncangan-goncangan nya begitu keras.
Tetapi Alhamdulillah sekitar pukul 08.50..... pesawat bisa mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim, walau dengan kondisi tubuh yang lemas dan perasaan yang tidak karuan.....
Terima kasih Ya ALLAH, atas nikmat sehat dan nikmat selamat dari MU....
Sesampai di kantor, saya coba mencari tahu via google, penyebab terjadinya TURBULENSI ( Goncangan-goncangan hebat di pesawat), berikut artikel yang saya kutip dari "Detik Travel, selasa 19/03/2013, di posting oleh Afif Farhan" .
Jakarta - Bagi traveler yang sering naik pesawat, pasti tidak asing dengan sebutan turbulensi. Ini adalah kondisi di mana Anda harus mengenakan sabuk pengaman dan merasakan guncangan di dalam pesawat. Apa sih sebenarnya turbulensi itu?
Tak sedikit traveler yang takut saat sedang mengalami tubulensi di dalam pesawat. Terang saja, Anda diharuskan memakai sabuk pengaman dan merasakan guncangan di ketinggian ribuan kaki. Hal ini pun dapat menyebabkan cedera bagi penumpang.
Seorang pilot dari British Airways, Steve Allright menjelaskan tentang turbulensi kepada Telegraph, Selasa (19/03/2013). Hal ini untuk menjawab pertanyaan dan kecemasan para traveler ketika mengalami turbulensi.
Apa yang menyebabkan turbulensi dalam pesawat?
"Ada banyak hal yang dapat menyebabkan turbulensi, namun masing-masing pilot sudah mengetahui dan memahaminya. Setiap hari saya terbang, saya merasakan turbulensi," kata Steve Allright.
Steve menambahkan, rasanya turbulensi seperti melindas gundukan saat mengendarai mobil di jalanan. "Turbulensi tidak nyaman tapi tidak berbahaya. Ini bagian dari terbang dan tak perlu ditakuti," ungkapnya.
Penjelasannya begini, angin yang mengalir saat terbang pada pesawat seperti aliran sungai, disebut jet stream. Jet stream ini bisa ribuan mil panjangnya, tapi lebar dan kedalamannya hanya beberapa mil.
Pilot bisa menghindari benturan angin atau menggunakan angin yang mengalir dalam satu arah terhadap jet stream tersebut. Angin ini bisa bertiup sampai 250 mil/jam atau sekitar 402 km/jam !!!!
Sama seperti aliran sungai yang mengalir cepat dan berputar-putar, jet stream juga bercampur dengan udara yang bergerak lambat. Hal ini menyebabkan percampuran udara cepat dan lambat hingga menimbulkan guncangan yang disebut turbulensi.
Turbulensi beragam jenisnya, tapi yang paling dikenal adalah Clear Air Turbulence (CAT). Ini adalah turbulensi yang paling umum dialami oleh maskapai penerbangan.
Apakah turbulensi bisa dihindari?
"Pilot tidak bisa mendeteksi pada radar dan tidak bisa secara akurat meperkirakan turbulensi. Untuk mengatasinya, kami mengandalkan laporan dari pesawat lain dan pantauan lalu lintas udara," ungkap Steve.
Steve juga menambahkan, pilot akan menemukan jalan yang paling nyaman tanpa mengorbankan keselamatan penumpang. "Sama seperti Anda, kita mengalami guncangan dan akan lebih memilih rute yang aman," katanya.
Seberapa buruk dampak turbulensi?
"Turbulensi dibagi tiga, ringan, sedang, dan berat. Dalam turbulensi ringan, pilot seperti supir mobil yang terkena guncangan karena jalan yang tidak rata. Pesawat mungkin menyimpang dengan hanya beberapa meter di ketinggian," kata Steve.
Untuk turbulensi sedang, sudah sering dialami oleh pilot. Sebabnya, mereka akan mengalaminya tiap beberapa jam dalam setiap seribu jam terbang. Ini biasanya berlangsung selama tidak lebih dari 10 atau 15 menit, tapi kadang-kadang dapat berlangsung selama beberapa jam. Turbulensi ini dapat menyebabkan minuman tumpah dan membuat pesawat menyimpang hingga 10 atau 20 kaki (3-6 meter).
"Turbulensi yang parah sangat jarang. Dalam karir terbang lebih dari 10.000 jam, saya telah mengalami turbulensi yang parah selama sekitar lima menit. Hal ini sangat tidak nyaman, tetapi tidak berbahaya," kata Steve.
Steve mengungkapkan, pesawat dapat menyimpang hingga ketinggian 100 kaki (30 meter) atau lebih. Tapi, tidak seperti kata orang-orang yang mengungkapkan turbulensi terparah bisa menyebabkan pesawat melenceng sampai ribuan kaki.
"Semua orang pasti mengalami turbulensi," tutup Steve.
Batam, 13/08/2013.
Pukul 10.15 WIB
Kami berangkat dari rumah di daerah Pondok Gede pada pukul 04.10 Wib, lalu sampai di bandara terminal 1-C pada sekitar pukul 05.00 wib. setelah check-in lalu boarding, tidak ada hal yang aneh, semua berjalan biasa saja.
Sekitar pukul 06.20 wib, seluruh penumpang diminta untuk masuk ke pesawat melalui Gate C-2 dengan penerbangan nomor QG-840 dan saya duduk di seat 27-C.
Take off berjalan dengan mulus, kendala terjadi ketika +/- 20 menit sebelum mendarat di Bandara Hang Nadim, nampak nya cuaca begitu buruk.....
Sudah cukup banyak penerbangan yang saya jalani dan lalui, tetapi baru kali ini, saya mengalami kejadian yang membuat seluruh tubuh saya menjadi lemas tak bertenaga. goncangan demi goncangan (Turbulensi), membuat rasa mual begitu hebat.
Kekhawatiran yang sangat mendalam, tiada hentinya saya berdoa dan berdoa, terbayang wajah istri dan anak-anak saya, saat mengantar ke Bandara, terbayang hari-hari yang menyenangkan bersama mereka. Saya pasrah.......
Biasanya, crew pesawat ketika +/- 20 menit akan mendarat, meng-informasikan cuaca di bandara yang akan dituju. Tetapi penerbangan kali ini tidak ada informasinya, mungkin agar penumpang tidak panik.
Sempat beberapa kali terjadi kepanikan ketika Turbulensi / goncangan-goncangan nya begitu keras.
Tetapi Alhamdulillah sekitar pukul 08.50..... pesawat bisa mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim, walau dengan kondisi tubuh yang lemas dan perasaan yang tidak karuan.....
Terima kasih Ya ALLAH, atas nikmat sehat dan nikmat selamat dari MU....
Sesampai di kantor, saya coba mencari tahu via google, penyebab terjadinya TURBULENSI ( Goncangan-goncangan hebat di pesawat), berikut artikel yang saya kutip dari "Detik Travel, selasa 19/03/2013, di posting oleh Afif Farhan" .
Jakarta - Bagi traveler yang sering naik pesawat, pasti tidak asing dengan sebutan turbulensi. Ini adalah kondisi di mana Anda harus mengenakan sabuk pengaman dan merasakan guncangan di dalam pesawat. Apa sih sebenarnya turbulensi itu?
Tak sedikit traveler yang takut saat sedang mengalami tubulensi di dalam pesawat. Terang saja, Anda diharuskan memakai sabuk pengaman dan merasakan guncangan di ketinggian ribuan kaki. Hal ini pun dapat menyebabkan cedera bagi penumpang.
Seorang pilot dari British Airways, Steve Allright menjelaskan tentang turbulensi kepada Telegraph, Selasa (19/03/2013). Hal ini untuk menjawab pertanyaan dan kecemasan para traveler ketika mengalami turbulensi.
Apa yang menyebabkan turbulensi dalam pesawat?
"Ada banyak hal yang dapat menyebabkan turbulensi, namun masing-masing pilot sudah mengetahui dan memahaminya. Setiap hari saya terbang, saya merasakan turbulensi," kata Steve Allright.
Steve menambahkan, rasanya turbulensi seperti melindas gundukan saat mengendarai mobil di jalanan. "Turbulensi tidak nyaman tapi tidak berbahaya. Ini bagian dari terbang dan tak perlu ditakuti," ungkapnya.
Penjelasannya begini, angin yang mengalir saat terbang pada pesawat seperti aliran sungai, disebut jet stream. Jet stream ini bisa ribuan mil panjangnya, tapi lebar dan kedalamannya hanya beberapa mil.
Pilot bisa menghindari benturan angin atau menggunakan angin yang mengalir dalam satu arah terhadap jet stream tersebut. Angin ini bisa bertiup sampai 250 mil/jam atau sekitar 402 km/jam !!!!
Sama seperti aliran sungai yang mengalir cepat dan berputar-putar, jet stream juga bercampur dengan udara yang bergerak lambat. Hal ini menyebabkan percampuran udara cepat dan lambat hingga menimbulkan guncangan yang disebut turbulensi.
Turbulensi beragam jenisnya, tapi yang paling dikenal adalah Clear Air Turbulence (CAT). Ini adalah turbulensi yang paling umum dialami oleh maskapai penerbangan.
Apakah turbulensi bisa dihindari?
"Pilot tidak bisa mendeteksi pada radar dan tidak bisa secara akurat meperkirakan turbulensi. Untuk mengatasinya, kami mengandalkan laporan dari pesawat lain dan pantauan lalu lintas udara," ungkap Steve.
Steve juga menambahkan, pilot akan menemukan jalan yang paling nyaman tanpa mengorbankan keselamatan penumpang. "Sama seperti Anda, kita mengalami guncangan dan akan lebih memilih rute yang aman," katanya.
Seberapa buruk dampak turbulensi?
"Turbulensi dibagi tiga, ringan, sedang, dan berat. Dalam turbulensi ringan, pilot seperti supir mobil yang terkena guncangan karena jalan yang tidak rata. Pesawat mungkin menyimpang dengan hanya beberapa meter di ketinggian," kata Steve.
Untuk turbulensi sedang, sudah sering dialami oleh pilot. Sebabnya, mereka akan mengalaminya tiap beberapa jam dalam setiap seribu jam terbang. Ini biasanya berlangsung selama tidak lebih dari 10 atau 15 menit, tapi kadang-kadang dapat berlangsung selama beberapa jam. Turbulensi ini dapat menyebabkan minuman tumpah dan membuat pesawat menyimpang hingga 10 atau 20 kaki (3-6 meter).
"Turbulensi yang parah sangat jarang. Dalam karir terbang lebih dari 10.000 jam, saya telah mengalami turbulensi yang parah selama sekitar lima menit. Hal ini sangat tidak nyaman, tetapi tidak berbahaya," kata Steve.
Steve mengungkapkan, pesawat dapat menyimpang hingga ketinggian 100 kaki (30 meter) atau lebih. Tapi, tidak seperti kata orang-orang yang mengungkapkan turbulensi terparah bisa menyebabkan pesawat melenceng sampai ribuan kaki.
"Semua orang pasti mengalami turbulensi," tutup Steve.
Batam, 13/08/2013.
Pukul 10.15 WIB
Rabu, Agustus 07, 2013
MUNGKIN KAH ???
Kisah inspiratif yang di share oleh bp Adi W Gunawan berikut ini:
(Rekan-rekan yang berbahagia. Kisah ini sudah pernah saya posting
di FB dan saat saya membacanya lagi, hati saya kembali tersentuh,
sangat inspiratif. Selamat membaca (lagi) dan semoga bermanfaat....)
TRUE LOVE
Kisah ini terjadi di Beijing Cina, seorang gadis bernama Yo Yi Mei
memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun
ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam
hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang
temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat,
tak lebih.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan
segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau
bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada
semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahan yang akan
segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang,
sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria
bertanya “Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah? Yi mei tersenyum
semanis mungkin ” Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa-apa, wah
contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna
merah muda, lebih lembut..” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya
tesebut. Sahabatnya tersenyum “Oh ya, ummm aku akan menggantinya,
terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku,
hari ini kami ada rencana melihat-lihat perabotan rumah.. daag!“. Yi Mei
tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.
18 Juli
1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, ia mengalami koma, Yi Mei mengidap
kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua
organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa
dikatakan “mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mujizat yang
bisa menyembuhkannya. Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya,
bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting
dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “suntik
mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei
akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang
mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi
Mei yang dulu selalu bersama. Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei
“Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu? Kau
tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu di sekolah
waktu kita dihukum bersama gara-gara kita datang terlambat, kita
langganan kena hukum ya? “
“Apa kau ingat juga waktu aku
mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah
dan mendorongku hingga aku pun kotor? Apakah kau ingat aku selalu
mengerjakan PR di rumahmu? Aku tak pernah melupakan hal itu..“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu,
aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan
sahabatmu ini ?” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya
menetes membasahi wajah Yi Mei
“ Mei.. kau tahu, kau sangat
berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin
membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu
kenapa? Karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu,
takut kau menolakku “
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku,
aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah,
dengarkan aku Mei.. bangunlah..!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam
kuat tangan Yi Mei. “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan
keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau
tahu? Aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“
“Mei aku tak
kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat..!! Kau sudah tak
mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu.. Aku
menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku
sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei..“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan
pernikahanku, aku tak peduli.. tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau
pergi dariku sebagai sahabat“
Sahabat Yi mei mengecup pelan
dahi Yi Mei, ia berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya
terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi? Its amazing!! 7
jam setelah itu dokter menemukan tanda-tanda kehidupan dalam diri Yi
Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru-parunya, organ
tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban!! Pihak medis menghubungi
keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah
mujizat lagi, masa koma lewat, pada tgl 11 Des 1994.
14 Des
1994, saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada
disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan
keajaiban yang terjadi.“ Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku
terbaik“ sahabatnya memeluk erat Yi Mei
Yi Mei tersenyum “Kau
yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku, tahukah kau aku
selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk
hidup“, “Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat
mencintaimu” Lei memeluk Yi Mei “Aku sangat mencintaimu juga“
17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai
dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah
berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Apa hikmah dari cerita ini?
KOMUNIKASI dan ASUMSI.
Betapa banyak orang menderita hidupnya hanya karena dua hal ini, salah ASUMSI dan salah KOMUNIKASI.
Katakanlah sejujurnya sebelum semuanya terlambat!!
Bagaimana menurut Anda?
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)











