Kamis, April 14, 2016

HADIAH SEPEDA DARI "GELEGAR BONUS CITILINK SHIELD"

Dalam setiap penugasan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, biasanya kami selalu memakai pesawat Garuda Indonesia Airlines, dan dalam penugasan saya di Duri, Batam dan saat ini di Palembang, selalu memakai penerbangan yang sama. Tetapi semenjak CitiLink membuka rute penerbangan via Halim PerdanaKusumah, yang relatif dekat dari rumah, maka, semenjak itu, saya selalu memakai CitiLink.

Terbayang, saat selalu memakai garuda dengan landing di SHIA (Soekarno Hatta International Airport), perjalanan dari daerah-daerah dalam negeri, terasa begitu dekat. Tetapi disaat mendarat di Soetta, perjalanan panjang yang kadang lebih dari 4 jam harus saya tempuh, hanya untuk menuju ke rumah di Bekasi Selatan..... huahahahahaha...

Gembira, saat CitiLink membuka rute dari Bandara Halim PerdanaKusumah, yang hanya membutuhkan waktu tidak sampai 30 menit dari rumah.

Akhir Desember - 2015, saya mendapat telpon dari Customer Service CitiLink, dan memberi tahukan bahwa saya mendapat hadiah Sepeda dari "Gelegar Bonus CitiLink Shield". Awalnya saya biasa saja, karena banyak penipuan dengan modus mendapat hadiah via telpon, sms, dan lain-lain.
Saat di telpon untuk yang kedua kalinya, untuk konfirmasi, saya juga masih biasa-biasa saja. Tetapi setelah mendapat konfirmasi via email, baru saya yakin, bahwa memang benar.

Karena saya rutin setiap dua minggu sekali, pasti ke Jakarta, via Halim PerdanaKusumah, maka Tanggal 25 Februari 2016, saya melakukan perjanjian dengan Customer Service CitiLink di Gedung CitiLink, untuk mengambil hadiah Sepeda. Dan setelah membayar Pajak Undian berhadiah sebesar 25% dari harga hadiah, maka serah terima hadiahpun dilakukan di Gedung CitiLink.

Thanks CitiLink...., nama sayapun masuk di Majalah Citilinker periode Maret-2016 dan April-2016..

Tetapi karena dirumah kami sudah memiliki sepeda lebih dari satu, maka dengan ikhlas, Sepeda Hadiah tersebut kami sumbangkan pada yang lebih membutuhkan....

Thanks lagi untuk CitiLink, moga makin jaya dan makin maju... dengan Take off & landing yang sangat mulus...

Majalah CitiLink "Linkers" edisi April-2016, Halaman 90.

Rabu, April 13, 2016

PENERBANGAN DENGAN CITILINK QG-115

Tanggal 13 April 2016 saya harus ke Jakarta karena suatu hal. Dari kantor di Palembang menuju ke Bandara, lalu check-in dan boarding, tidak ada masalah, semua nya lancar. Termasuk schedule penerbangan yang on-time. ini yang saya sukai dari Maskapai Penerbangan ini, yang selalu on-time.
Saya mendapat tempat duduk di seat 24-F, disamping jendela pesawat. Setelah masuk ke pesawat, segera saya menyimpan Tas Baju dan Tas Laptop saya pada Cabin Bagasi diatas tempat duduk saya.
saat saya sedang rapihkan tas dan laptop di cabin bagasi atas, tiba-tiba ada bau yang sangat menyengat (ma'af) bau badan / keringat....
Di saat bersamaan seorang Kakek dan Nenek permisi dan mohon ijin untuk duduk di seat 24-D dan 24-E, kepala saya langsung pening mencium bau menyengat tersebut, dan langsung mual ingin muntah.....  Pada saat yang bersamaan juga, banyak pandangan mata penumpang yang lain, yang melirik dan menatap tajam, pada pasangan Kakek - Nenek tersebut, mungkin mereka sangat terganggu juga dengan aroma bau badan (keringat) nya. Terbayang oleh saya, suasana selama dalam perjalanan penerbangan ini.... karena saya duduk persis disamping beliau dan satu baris...

Beliau berdua sangat santun, lalu dengan senyumnya yang tulus menyapa saya.....

Tiba - tiba saya tersadar, tidak pada tempatnya saya harus "sombong", tidak pada tempatnya saya harus "mual dan pening". Karena mereka begitu lugu, begitu sederhana, begitu santun dan sangat bersahaja.

Ma'afkan saya Kek dan Nek, tidak ada maksud dan niatan saya sama sekali, untuk merendahkan, menghina ataupun menyakitimu..... Semoga anak dan cucu mu memperhatikan orangtua ( Kakek-Nenek) nya, dengan memberikan deodorant, sehingga tidak mengganggu sekitarnya....

Ma'afkan saya...

Selama dalam penerbangan sampai dengan landing, tidak ada yang perlu dibahas dengan suasana hati saya, yang merasa bersalah. Kami mengobrol dengan santai.

Saat turun dari pesawat, Subhanallah.... seluruh penumpang memandang ke atas langit di Bandara Halim Perdanakusumah. Pelangi ( Bianglala ) begitu indahnya, tepat diatas Pesawat CitiLink yang saya tumpangi. Inikah anugerah ter-indah dari Allah, atas hati yang tulus dan ikhlas ??

 Pelangi diatas Pesawat

Subhanallah indahnya, pelangi itu

KEGIATAN - KEGIATAN YANG TIDAK DIPOSTING DI BLOG

Banyak kegiatan dan perjalanan - perjalanan dengan keluarga ataupun perjalanan dinas, yang tidak sempat saya tulis dalam blog ini, karena kesibukkan kerja, dan rasa malas....
semoga kedepan nya, bisa lebih dan semakin aktif.... #tidak-janji-yaaaa

huupppp.....

Jumat, Februari 19, 2016

MOTOGP 2015 - SEPANG CIRCUIT INTERNATIONAL

Sudah cukup lama tidak menulis di Blog ini, karena belakangan ini cukup sibuk dengan pekerjaan, dengan penugasan baru di daerah Sumatera....

Oktober 2015, (Late Post) kembali untuk kesekian kalinya, saya di undang oleh Client untuk nonton MotoGP 2015 di Sepang. Bersyukur, Tiket Pesawat, Hotel, Transportasi selama di KL ditanggung juga. Alhamdulillah....

Lain waktu, akan saya ceritakan perjalanan tersebut, berikut pertarungan Rossi vs Lorenzo-Marques.... hehehehehe, berita sudah basi.

Banyak kegiatan yang saya lakukan, yang seharusnya bisa ditulis di Blog ini. Semoga segera bisa saya up-date kegiatan-kegiatan tersebut, sebagai catatan pribadi.

Kamis, Juli 16, 2015

SURFENOV SIRAIT - SOSOK YANG MUDAH BERGAUL DENGAN SIAPAPUN

www.surfenov.blogspot.com
www.surfenov-sirait.blogspot.com


Saya mengenal dan bersahabat dengan SURFENOV SIRAIT, saat kami sama-sama kuliah dan mengambil Jurusan yang sama. Setelah selesai kuliah, kami tenggelam dengan kesibukkan masing-masing. Cukup lama saya tidak berjumpa dengannya. Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mendengar kabar dari  seorang teman, bahwa SURFENOV SIRAIT, sudah sangat Agamis dan rajin Beribadah. Alhamdulillah....

Saya menulis artikel ini, bukan karena yang bersangkutan saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Walikota di Kota Pematangsiantar. Tetapi tugas saya sebagai seorang sahabat, untuk mendukung setiap aktifitas teman-teman yang sangat baik dan positif. Dan saya mengenal yang bersangkutan cukup lama, dan saya anggap layak menjadi seorang Pemimpin, sehingga saya mendukung nya.
Maju terus sahabat, semoga sukses dan semoga doa-doa Nya di Ijabah oleh Allah.... Aaamiiinn..
Silaturahim dengan warga dan menyerap aspirasi masyarakat Siantar

Sosok yang dikenal dekat dengan siapapun dan mudah bergaul.

 Silaturahim dengan warga dan menyerap aspirasi masyarakat Siantar
 Dikenal dekat dan akrab dengan masyarakat

Jumat, Juni 12, 2015

TIDAK ADA KATA LIBUR

Hanya ada sepi di malam ini....
Hujan deras yang menyirami pepohonan dan dedaunan di halaman rumah
Butiran air nya silih berganti membasahi sepasang sayap yang lebar, milik malaikat yang melintas di dinginnya malam

Mengalir jatuh dengat lebat..... bersama tetesan air mataku.

Sudah lama waktu berlalu

Tapi tidak pernah ada kata libur untuk sebuah rindu...

Robbighfirli wa liwalidayya
Warhamhuma kama robbayani shoghiro.....

( Mengenang Ayah - Ibu, selalu merindukanmu untuk Sahur dan buka puasa bersama, sholat berjamaah bersama...)
Jelang Ramadhan 1436-H


Kamis, Juni 04, 2015

CULTURE SHOCK - FINE COUNTRY



Membaca artikel di http://m.detik.com/travel/read/2015/06/04/074324/2932813/1520/di-singapura-awas-kena-denda, saya jadi teringat saat berkunjung di bulan Oktober tahun 2012. Dimana untuk kesekian kalinya saya ke Singapura dalam rangka tugas.


Saya berangkat pagi dengan menggunakan ferry dari pelabuhan Ferry International - Batam Centre dengan menggunakan Wave Master. Seperti biasa , tidak ada masalah di Imigrasi Indonesia, dan saya berminat hanya melakukan perjalanan satu hari pulang –pergi (one day trip). Sekitar pukul 09.00 local time Singapura, saya sampai di Pelabuhan Harbour Front. Setelah antri di imigrasi dan check serta stempel passport, dan melalui pintu X-ray dan Garrett metal detector oleh petugas imigrasi, saya lolos, tetapi diujung pintu menuju keluar pelabuhan, saya dipanggil oleh petugas imigrasi wanita yang mengenakan jilbab, dan saya diminta untuk mengeluarkan rokok di saku, dan dibawa ke ruang interogasi. Setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, dan dengan alasan saya, bahwa rokok tersebut hanya dikonsumsi oleh saya sendiri, serta kemasan yang sudah terbuka dan isinya pun sudah setengah, tetapi tetap saya kena denda sebesar SGD 7.30 dan jika saya melakukan hal yang sama sekali lagi, jika masuk ke Negara Singapura, maka denda nya menjadi sebesar SGD 1,000 dan setelah itu saya dilarang masuk ke negara Singapura. Selama ini, setiap ke negara tersebut, saya selalu membawa rokok yang sudah terbuka dan tidak pernah ada masalah. Kali ini saya terkena random checking di pelabuhan…

Singapura sangat ketat dengan segala aturan nya, dan warganya tunduk dengan aturan Pemerintahnya serta semua berjalan dengan tertib. Kapan Indonesia bisa seperti itu….
#mendambakan negeri yang tertib, aman dan sejahtera…..