Kamis, Desember 20, 2012

YAKINLAH


Nyanyikanlah lagu indah
Hanyalah untukku
Saat temaram datang ketuk hati

Tolong kau dendangkan
Usaplah nurani
Agar tak kelam

Sekali lagi kuminta
Coba kau nyanyikan
Semoga dapat kurasa ikhlasmu

Pasti kan kudengar
Pasti kuresapi
Kasih yakinlah

Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
Kutakut menyakiti telingamu
Bukan aku enggan memainkan gitarku
Sebab cinta bukan hanya nada

Kalau kita saling percaya
Tak perlu nada tak perlu irama
Berjalanlah hanya dengan diam

Sekali lagi kuminta
Coba kau nyanyikan
Semoga dapat kurasa ikhlasmu

Pasti kan kudengar
Pasti kuresapi
Kasih yakinlah

Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
Kutakut menyakiti telingamu
Bukan aku enggan memainkan gitarku
Sebab cinta bukan hanya nada

Kalau kita saling percaya
Tak perlu nada tak perlu irama
Berjalanlah hanya dengan diam
Melangkahlah hanya dengan diam



Iwan Fals

D O A


kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Khairil Anwar
13 November 1943

A K U


Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Khairil Anwar
Maret 1943

Selasa, November 01, 2011

MENGENANG AYAHANDA TERCINTA


Papi....


Dalam diamnya dia rasakan sendiri sakitnya
Ia tak ingin yang lain ikut merasakan sakitnya
Karena ia ingin kami hanya merasakan kasihnya saja

Dengan wajahnya yang damai dan tenang
Papi yang kami cintai telah pergi dengan ikhlas kembali ke Kholiqnya
Meninggalkan kenangan suka dan duka
Terasa belum puas kami membahagiakannya

Tak ada satupun yang dapat mengganti apa yang telah ia beri
Ya ALLAH yang Maha Agung dan Suci
Terima kasih telah Kau beri kami kesempatan untuk
menjadi putra-putri, menantu, cucu dan cicitnya
Terima kasih telah Kau hadirkan seorang laki-laki yang
begitu mulia untuk kami panggil Papi .....

(Dari Buku Tahlil 40 Hari Papi Drh.R.H.Triwibowo)

Senin, September 26, 2011

MALAKA - MALAYSIA



PERJALANAN KE MALAKA - MALAYSIA VIA DUMAI

Saya sedang dalam penugasan dari kantor di Duri - Riau, tetapi saya selalu kesulitan dalam mencari aktifitas di hari libur, seperti sabtu-minggu. Karena Duri adalah kota kecil, Kota kecamatan. Maka sekedar utk mengisi waktu luang, saya merencanakan perjalanan ke Malaysia sebagai backpacker (turis berjimat, kata orang malaysia). Setelah maju - mundur, apakah saya jadi berangkat atau tidak ke malaysia, akhirnya tgl 23/09/11 saya putuskan utk berangkat. Sepulang bekerja, hari jum'at, saya ke Al-husna tour & travel yg berlokasi di jalan sudirman, kantornya persis di bawah Masjid Jami (Masjidnya berada di lantai 2). Saya melakukan pembayaran tiket Dumai-Malaka PP seharga Rp. 470.000.- serta biaya antar-jemput Duri - Dumai PP sebesar Rp. 80.000.-
Pagi tgl 24/09/11 pukul 08.00 WIB, saya di jemput oleh pak riri (pemilik tour & travel) menuju ke Dumai, pukul 10.30 WIB sampailah saya di pelabuhan Dumai. Selesai penge-check-an ke imigrasian, langsung saya naik ferry Dumai - Malaka. Seperti pada umumnya kapal / ferry di Indonesia yang tidak terurus dan cenderung kumuh, kapal Ferry Indomall yg melayani rute Dumai-Malaka dan Dumai - Port Klang, relatif bersih, ber-AC dan ada hiburan Film melalui layar monitor TV yg dipasang terbalik. Di dalam perjalanan, crew ferry indomall membagikan Aqua dan bihun goreng dlm box steroform, perjalanan ferry dari Dumai ke Malaka, sekitar 3 Jam.
Setelah sampai di pelabuhan Malaka, dan proses immigration check nya selesai, saya langsung menuju Taman tamiang sari dengan jalan kaki. Lalu jalan-jalan menuju "Dataran Pahlawan Malaka MegaMall" dan "Mahkota Parade Mall". Suasana kota ??? Hmmmm sama aja dengan di kota-kota besar di Indonesia. Kemudian saya makan di resto Minang. Lalu dengan berjalan kaki juga, saya mencari hotel yang banyak bertebaran di kota Malaka. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Hotel Best One, tempat nya sangat bersih, karena standard room full, saya ambil yg twin bed room seharga 125 Ringgit Malaysia ( 1 Ringgit = Rp. 2.884 ). Sengaja saya memilih hotel ini, juga karena banyak hiburan di depan hotel, seperti "Station 1 cafe" yg ada live music nya.
Selesai mandi, saya jalan-2 kembali ke Hatten Square yg sedang ada pameran mobil, lalu makan malam di "Mahkota Parade Mall", karena masih kenyang, akhirnya saya makan di KFC .....
Oh ya, sesampainya di Port malaka, saya sama sekali belum memegang ringgit Malaysia. Banyak yg menawarkan di ferry, tapi saya tidak berminat. Saya tukar rupiah dengan ringgit di Money changer yg ada di "Dataran pahlawan megamall".
Selesai makan, saya jalan-2 kembali sambil membeli cemilan utk di hotel. Lalu saya kembali ke hotel utk menyimpan makanan kecil tersebut.
Saya kembali jalan-jalan, dan pilihan saya utk nongkrong di "Station 1 cafe" yang persis di depan hotel. Saya minum Hot Cappucino dan Teh Manis Panas, sampai larut malan, sambil mendengar live music. Setelah lelah, saya kembali ke hotel utk istirahat.
Pagi tgl 25/09/11, saya bangun pukul 05.00 pagi, pukul 06.00 waktu malay. Cuaca sangat mendung. Selesai mandi dan rapih-2, saya siap-siap menuju ke Port Malaka, karena ferry Malaka-Dumai pukul 09.00.
Selesai check-out di hotel, dan mengambil deposit, saya jalan kaki menuju pelabuhan, saya tidak ingin naik taksi, karena memang niat nya ingin jalan-jalan. Sayang, begitu 100 meter keluar dari hotel, hujan turun dengan deras nya.
Saya berteduh di selaras pertokoan di sepanjang jalan melaka raya. Pusat-pusat pertokoan masih terlelap dalam tidur & dinginnya pagi.
Sesampai di pelabuhan, hujan masih deras, tetapi sudah banyak yang datang.
Saya daftar kembali di loket Ferry indomall, sekalian membayar port-tax sebesar 9 ringgit. Menunggu sebentar, lalu check di bagian immigration, langsung naik ferry. Ternyata keberangkatan ferry pukul 10.00 waktu malaysia, atau pukul 09.00 waktu indonesia.
Di ferry ??? Tiduuuuuuurrrr...
Oh iya, ferry Dumai-Malaka-Dumai selalu penuh (satu hari, satu trip), karena, penduduk Indonesia yg tinggal di Duri, Dumai dan sekitar nya, jika sakit, memang memilih ke malaka dibanding ke Jakarta. Selain transport nya yg lebih murah, juga jaraknya yg sangat jauh apabila ke jakarta (harus ke Pekanbaru ± perjalanan 4 jam dari Duri, lalu naik pesawat ke Jakarta).
Di Malaka ada rumah sakit besar yg terkenal bagus yaitu RS Mahkota Medical center & RS Putra Specialist. Menurut penduduk Malaka, penyebab banyaknya hotel, hostel, wisma dan rumah singgah di Malaka, karena banyak nya warga kita yg berobat ke RS tersebut. Keluarga yg mengantar pasien, pasti tidur di hotel, hostel, wisma dan rumah singgah yg ada di sekitar Rumah Sakit.
Pertanyaan yang menggelitik di benak saya, berapa banyak uang yg mengalir ke negara Malaysia, untuk masyarakat yangberobat ????. Sangat disayangkan, pemerintah kita tidak tanggap terhadap hal tersebut, khususnya Pemerintah Daerah di Kabupaten Bengkalis.
Padahal Kabupaten Bengkalis (termasuk didalamnya, Duri dan Dumai) adalah Kabupaten terkaya nomor 2 di indonesia, setelah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), karena kaya dengan hasil minyak mentah bumi (konon yg terbaik utk jenis Crude Oil) nya, maupun minyak sawit nya. Apa sulitnya membangun Rumah sakit yg besar & berkualitas seperti yg di Malaka ???? Entahlah......
Perjalanan ferry dari Malaka ke Dumai, saya saksikan, banyak sekali penumpang yg menenteng Map hasil Rontgen X-ray films. Yang menunjukkan, bahwa mereka atau kerabat nya, memang baru selesai berobat di Malaka.... Ironis, berapa devisa dan uang yg mengalir ke Malay, hanya karena kita tidak mempunyai Rumah Sakit yg baik, yg seharusnya bisa di akomodasi oleh Pemda Kabupaten Bengkalis....ironis memang.
Akhirnya, ferry berlabuh di pelabuhan Dumai. Penumpang diminta Antri untuk men-cap passport diatas kapal, karena katanya di pelabuhan Dumai tidak ada pemeriksaan & pen-cap-an passport. Hmmmmm.......
Di Malay, immigration check nya begitu bagus, tertib, dan dilakukan di pelabuhan, proses identifikasi sidik jadi dilakukan ketika datang dan pulang. Di Negara kita sendiri ??? Begitu bebasnya orang asing keluar masuk, tanpa ada administrasi yg baik........ Lagi-lagi ironis.....

Senin, September 19, 2011

MENUNGGU KEPASTIAN PENUGASAN DI TEMPAT BARU

Sudah lebih dari 1 tahun, saya ditempatkan untuk bertugas di kota Duri. "Back to Back" dengan teman saya yang lain. Banyak hal - hal yang unik, terkait dengan penugasan tersebut. Mulai dengan menu makanan yang mayoritas Masakan Padang, hingga ke bahasanya.
Duri adalah kota kecil, kota kecamatan, yang jika kita kitari, tidak sampai 20 Menit sudah selesai, hanya memutari Jalan Hang Tuah dan Jalan Sudirman, selesai sudah mengelilingi kota Duri. Tidak ada bioskop, Mall pun hanya ada Ramayana. Saat ini sedang dibangun Mall baru, tetapi itupun bermasalah (katanya) dalam hal pembangunan.........
Sekarang, setelah lebih dari satu tahun, saya akan ditempatkan di Cabang yang lain, yaitu cabang Batam. Semoga di tempat baru tersebut, semuanya akan berjalan dengan baik dan semuanya menjadi lancar, seperti juga di kota Duri....Amiiiiiinnnnnn.

Duri, 19 September 2011
Pukul 11.10 WIB