Kamis, Mei 28, 2015

PERJALANAN MENYUSURI SUNGAI MUSI ( SUMBAGSEL )



Suatu hari dalam penugasan saya di Palembang, ada tamu dari salah satu Perusahaan  di Jakarta, didampingi oleh orang Asing, yang belakangan saya tahu berasal dari Kota New York (USA).
Mereka meminta bantuan pada kami untuk me-review hasil Film RT dalam rangka untuk recruitment karyawan (Welder), untuk mencari perbandingan hasil RT nya.

 
Perjalanan yang pertama

Selanjutnya orang asing tersebut bertanya banyak hal mengenai Perusahaan tempat saya bekerja. Banyak hal yang saya sampaikan, termasuk memberikan Company Profile Perusahaan. Membuat dia terkesima dan bertanya “ The fact you have the NDE Lab located in Palembang, 40 years in the business, and the largest NDE Company in Indonesia, makes me wonder why your Company has not been considered for Our Project ??”
Lalu sesuai dengan kesepakatan, saya mengirim email perkenalan ke dia mengenai kebutuhan akan pekerjaan di project mereka, tak lupa juga saya attach Company Profile – soft copy nya. Gayungpun bersambut, setelah disepakati waktunya, kamipun  melakukan kunjungan ke Lokasi project mereka di tanggal 05/05/2015 untuk presentasi dan memperkenalkan Perusahaan kami dengan line of business nya dihadapan para orang asing, yang mayoritas dari USA. Dengan menggunakan transportasi Speed Boat, perjalanan  lebih dari 1,5 jam menyusuri Sungai Musi lalu ke sungai Baung (Sumbagsel), akhirnya kami sampai di lokasi mereka, dijemput dengan Bus yang mewah, sungguh, ini benar-benar di hutan…… tapi dengan fasilitas yang layak. Nampak dikejauhan, Masjid sedang dibangun, dan ada musholla juga.
Setelah selesai melakukan presentasi di kantor mereka, yang katanya pembangunan nya baru sekitar 30%, dan memakan biaya sekitar 34 Trilyun, kami diajak keliling ke lokasi project raksasa mereka, yang sangat luas dan besar. Mereka begitu respect pada kami, dan meminta kami untuk melakukan presentasi kembali sekaligus demonstrasi alat yang mereka butuhkan.


Minggu berikutnya (Tanggal 12/05/2015), sesuai kesepakatan, kami melakukan kunjungan dan perjalanan kembali ke lokasi mereka (one day trip). Sangat melelahkan ditambah cuaca yang sangat ekstrem teriknya, sehingga debu berterbangan dengan liarnya….. Tetapi membuat kami cukup senang. Kalaupun saat ini kami tidak berhasil mendapatkan project nya, tetapi minimal kami sudah berupaya dan membuat mereka begitu respect terhadap kinerja, presentasi dan demontrasi alat kita yang tidak hanya di ruang meeting, tetapi juga dilapangan. Dan semuanya no-charge.
Harapan saya ( sambil menunggu pekerjaan ini di Tender kan ), selama kita berusaha dengan baik, pasti akan ada jalan. Semoga…. Bismillah...

Kamis, April 16, 2015

PERJALANAN KE MEDAN DAN ACEH



Perjalanan berikut nya yang harus saya lakukan adalah ke Aceh dan Medan. Saya berangkat hari minggu tanggal 22 Maret 2015, dengan pesawat Garuda, dari Palembang Tujuan Medan.
Semua berjalan dengan sesuai rencana. Dan mendarat dengan selamat di Bandara Kuala Namu pada sore hari. Dan setelah istirahat sejenak, saya naik taksi dari bandara menuju kota Medan, dimana saya menginap di Hotel Santika Dyandra & Convention Hotel.

 
Setelah reservasi dan check-in selesai, saya bertanya masalah channel televise, karena malam hari nya aka nada pertandingan sepakbola liga Inggris, dimana Team kesayangan saya, yaitu Liverpool akan menjamu MU di stadion Anfiled. Ternyata di salah satu Ruang Meeting di Hotel tersebut, aka nada Nonton Bareng, dengan tiket yang relative terjangkau, yaitu Rp. 30,000.-
Setelah mandi dan makan malam, maka sesuai rencana saya menonton pertandingan Liga Inggris tersebut, saying, team kesayangan saya kalah 1 -2. Pertandingan belum selesai, saya sudah kembali ke kamar, malas menonton nya. Untuk kemudian tidur, karena ke-esok-an hari nya, anak-anak buah saya akan menjemput di Hotel pukul 07.00 WIB untuk melakukan perjalanan dinas ke Aceh Tamiang.
Sesuai rencana, saya dijemput pukul 07.00 oleh staff saya. Oh ya, anak-anak buah saya, dari Palembang ke Medan dengan membawa kendaraan Ford Everest, karena harus langsung bekerja di Rantau (Aceh – Tamiang). Membutuhkan waktu sekitar 3 hari 2 malam untuk mencapai Medan, karena saya tidak mengijinkan mereka untuk melakukan perjalanan di malam hari.
Perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang membutuhkan waktu sekitar  5 Jam. Sampai di Rantau, sekitar pukul 12.00 WIB, kami makan siang dan sholat di Masjid PT.Pertamina Asset 1 EP Rantau. Pukul 14.00 kami meeting dengan client, sekaligus anak-anak buah membuat surat ijin kerja dan lain-lain. Lalu kami juba meeting di PDSI. Setelah selesai semuanya, saya memutuskan untuk kembali ke Medan dengan menggunakan Travel. Karena jika saya diantar oleh anak buah, sampai Medan, sementara ke-esokkan hari nya mereka harus bekerja di lokasi Rantau, terlalu lelah. Dan saya kasihan kepada mereka, sehingga saya putuskan untuk naik Travel saja.
Saya bersyukur, karena tidak menunggu lama, sudah ada Kijang Kapsul yang akan mengantar saya ke Medan, ada 4 penumpang didalam. Perjalanan sangat lancar, dan membutuhkan waktu hanya 2,5 Jam perjalanan !!!!! dari Aceh Tamiang menuju Hotel di Kota Medan.
Ke-esok-an harinya, hari Selasa pada tanggal 24 Maret 2015, saya dijemput oleh Client untuk menuju Pematang Siantar. Serta diajak berkeliling kota, dan diantar ke parapat, Danau Toba. Karena cuaca yang tidak mendukung dan hujan lebat, kami tidak jadi nyebrang ke Pulau Samosir. Tetapi singgah di tempat peristirahatan Presiden pertama RI, saat dibuang oleh Belanda ke Parapat, yaitu Bung Karno, beserta Sutan Syahrir dan KH Agus Salim. Didampingi oleh Juru Kunci nya yang asli Sumatera Barat (Sdr. Zamzani), kami dijelaskan dan diceritakan semua hal terkait dengan tempat peristirahatan tersebut.
Rekan saya yang asli Siantar, dan sudah puluhan kami ke Danau Toba, belum pernah sekalipun bisa masuk ke Rumah Peristirahatan tersebut, baru kami ini bisa masuk. Rejeki saya ??. entahlah. Malam nya kami turun ke Siantar, dan saya diantar ke Medan oleh rekan saya tersebut. Setelah sampai di Medan, rekan saya juga menginap di Hotel yang sama, untuk ke-esok-an hari nya mengantar saya ke Bandara Kuala Namu, untuk kembali ke Palembang.
Thanks guys…..

PERJALANAN DARI PALEMBANG KE RAMBA - JAMBI - LIRIK


Memulai penugasan di Cabang Palembang, saya harus berkenalan dengan user dari semua Client, mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Lampung. Sekaligus silaturahim dengan mereka dan mencari Opportunity Project.


Setelah saya mapping, perjalanan pertama yang saya lakukan adalah ke Jambi, dan sekitar nya, lalu menuju Lirik dan sekitarnya. Jarak antara Palembang ke Lirik, jika langsung membutuhkan waktu perjalanan darat sekitar 14 jam …..
Setelah sampai Jambi, dan setelah mengunjungi 3 Client di lokasi yang berbeda, kami menginap di salah satu hotel terkemuka di kota Jambi. Ssaya didampingi oleh salah seorang anak buah, yang mengerti lokasi dan kenal dengan Client-Client yang akan saya temui. Untuk mempermudah hubungan saya dengan Client.
Ke-esok-an hari nya, pagi hari, setelah sarapan, kami langsung meluncur ke Lirik, berbeda dengan perjalanan dari Palembang ke Jambi, Perjalanan dari Jambi ke Lirik, sangat nyaman, karena jalanannya yang relative mulus, dan berliku-liku, dengan pemandangan yang indah.


Membutuhkan waktu sekitar 6 Jam dari Jambi ke Lirik, lalu kemudian, sesuai dengan janji, kami meeting dengan client, sekaligus silaturahmi dan berkenalan. Setelah selesai, kami langsung tancap gas kembali ke Jambi. Sayangnya di perjalanan, kami lupa untuk mencicipi Durian yang banyak dijual di sepanjang perjalanan, khusus nya disaat akan masuk disetiap kota kecamatan.
Sampai di jambi, kami langsung istirahat di hptel, karena perjalanan berikut di keesokan hari nya sudah menanti, untuk mengunjungi Client, dan setelah itu kembali ke Palembang. Sungguh lelah, tetapi cukup menyenangkan.

Kamis, April 02, 2015

MEMULAI PENUGASAN DI CABANG PALEMBANG



Tanggal 12 Februari 2015, saya Start untuk memulai aktifitas di Cabang Palembang, banyak hal baru yang harus saya pelajari. Seperti harus mapping Clientsegala typical nya, lalu proses tender, dan lain-lain. 

Diawal penugasan ini, seperti  juga di penugasan pada cabang yang lain, sambil mencari rumah untuk tempat tinggal, saya menginap di hotel berbintang di kota Palembang, agar tidak jenuh, saya berpindah dari satu hotel ke hotel lain nya, agar berganti suasana. Dan akhirnya saya mendapatkan tempat tinggal yang lumayan baik dengan suasana yang juga baik.

Hal yang menarik lainnya adalah, sesuai dengan spesifikasi dari bisnis Perusahaan di kantor saya, dimana jika saat di Cabang Batam, khususnya  di Pulau Batam, banyak pekerjaan yang terkait dengan Inspeksi, karena di Pulau tersebut banyak terdapat perusahaan yang bergerak di bidang Fabrikasi. Tetapi di Cabang Palembang, mayoritas pekerjaan inspeksi berada  di luar kota, yang terdekat adalah di Prabumulih, dengan jarak perjalanan darat dengan memakai kendaraan dari kota Palembang membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam. Dan yang terjauh adalah di Rantau – Nanggroe Aceh Darussalam, jika melalui perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar 3 hari 2 malam….

Cakupan area untuk di Cabang Palembang lebih luas, karena dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Lampung. Sementara cakupan Cabang Batam, hanya pada Propinsi Kepri sampai Asia Tenggara.
Seperti saat memimpin di Cabang Duri (Dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2011), juga Cabang Batam (Dari akhir tahun 2011 sampai Februari 2015), di Palembang pun, penugasan saya karena ada temuan Audit yang memaksa beberapa orang di cabang tersebut harus mundur. Dan saya ditugaskan untuk melakukan recovery dan menaikkan kembali sales dan performance dari Cabang- cabang tersebut.

Bukan hal yang mudah, karena semua nya harus dimulai dari NOL, jika memang bisa dikatakan demikian. Tetapi, sekali lagi, bagi saya, Penugasan adalah bagian dari Profesionalisme kerja, yang harus saya jalani.
Penugasan kerja yang jauh dari keluarga, bukanlah hal yang mudah, tetapi semua saya jalani dengan ikhlas. Beruntung saya memiliki Istri dan anak-anak yang baik.
Love you Mama, Mas and Ade……..

Minggu, Februari 15, 2015

PENUGASAN KE CABANG LAIN

Awal bulan November 2014, saya mendengar berita bahwa di Cabang Palembang ada sedikit masalah terkait dengan hasil temuan Internal Audit. Saya cukup prihatin. Tetapi saat itu saya masih fokus di Cabang Batam.
Akhir November 2014, saya di telepon oleh President Direktur Kantor kami, untuk menghadiri Meeting di Jakarta, yang akan dihadiri hanya oleh Board of Director, artinya meeting secara terbatas
Sesuai dengan tanggal yang disepakati, saya hadir ke Jakarta untuk meeting. Feeling saya sudah yakin, bahwa materi yang akan dibahas adalah mengenai Cabang Palembang.... Ternyata dugaan saya tidak meleset.


Saya diminta oleh Direksi untuk memegang & memimpin dua cabang, yaitu Batam & Palembang. Saat itu dengan tegas, saya menolak. Alasan saya, saya bukan "Superman", tidak mungkin saya hadir di dua lokasi yang sama pada saat yang bersamaan....


Alasan Direksi menugaskan saya untuk memegang dua Cabang, adalah karena di masing-masing cabang sudah ada Deputy, jadi beban Head of Branch, tidak terlalu berat, hanya meng-edukasi & meng-encourage di kedua cabang, dan harus bolak-balik di kedua cabang tersebut.
Saya tetap menolak, karena, sekali lagi, yang memegang Akte Notaris & Akte Kuasa, hanya ada di Head of Branch, untuk menanda-tangani Invoice, Pembayaran Pph 21 & 23, BPJS, dll. yang hanya boleh ditanda-tangani oleh Head of Branch. Sehingga saya tidak bisa hadir di dua lokasi pada saat yang bersamaan.
Akhirnya "Deal", saya harus bertugas di Cabang Palembang, dan saya minta per Awal Februari-2015. Artinya selama bulan Desember-2014 sampai akhir January-2015, saya harus memegang 2 Cabang. Dan saya berjanji, akan bolak-balik ke Palembang, selama 2 bulan tersebut, untuk memetakan serta meng-identifikasi masalah - masalah yang ada, sebagai bahan untuk tindakan perbaikan.


Bagi saya, penugasan adalah bagian dari Profesionalisme. Sehingga tidak ada alasan untuk menolak penugasan apapun....

Senin, November 03, 2014

3 - MOTOGP SEPANG 2014 - RACE DAY - APA KABAR SENTUL CIRCUIT DI INDONESIA ???

Sesuai dengan janji, ke-esok-an harinya, hari minggu tanggal 26 October 2014, kami akan dijemput pukul 06.00 pagi waktu Malaysia, atau pukul 05.00 Pagi waktu Indonesia. Sementara pukul 02.00 saya belum bisa tertidur.... karena sambil menonton pertandingan liga spanyol antara Real Madrid vs Barcelona.
Benar saja, pukul 06.00 pagi, saya di telp berkali-kali, tidak bangun, akhir nya di telp ke kamar hotel, baru terbangun. Saya segera mandi dan siap-siap untuk nonton. Pukul 06.20, saya turun dari lantai 8 Hotel, kamar saya menginap di lantai 8.

Tiket masuk & Gift MotoGP 2014

Ternyata teman-teman dan Client sudah menunggu dengan kendaraan nya.... hahahahahaha... sorry guys..
Tanpa sarapan, kami meluncur langsung ke Sepang Circuit, +/- 30 menit kami sampai di Sepang, dan sesuai rencana kami u-turn dan parkir di SPBU di seberang sirkuit, agara pulangnya tidak terkena macet yang sangat panjang. Belajar dari tahun lalu, dimana kami tidak bisa keluar dari parkiran sekitar 2 jam.
Suasana di parkiran SPBU juga sudah penuh dengan penonton yang berpikiran sama dengan kami, khawatir kena macet saat pulangnya.

Suasana Sepang Circuit di Pagi hari, sebentar lagi parkiran ini akan penuh oleh Bis-Bis

Kami sarapan di SPBU, lalu kami jalan kaki menuju Sepang Circuit. cukup jauh jalan kakinya, karena memang resiko yang harus kami ambil. Sampai di pintu masuk, sudah sangat banyak orang-orang yang datang, dengan harapan mendapatkan tempat duduk yang strategis.
Warming up dan Race akan dilaksanakan pada siang hari, tetapi pagi hari, suasana sirkuit Sepang layaknya sdh ada lomba, sudah penuh, padahal race akan dilakukan pada pukul 13.00....... sementara saat ini masih pukul 07.00 pagi

Suasana pintu masuk Sepang Circuit di pagi hari

Setelah membeli makanan, minuman botol dan tidak lupa Hot Cappucino, kami mendatangi tempat favorit kami untuk menonton. ternyata, benar dugaan kami, tempatnya sudah penuh diduduki oleh orang-orang asing, mungkin dari Eropa atau entah dari mana. Akhirnya kami mendapatkan tempat sebanyak 6 kursi, 2 untuk tempat makanan & minuman, 4 untuk duduk kami.
Suasana lomba, seperti biasa, cukup menegangkan dan dramatis, penuh adrenalin dan adu kecepatan dan adu nyali.

 Berpose dengan Umbrella Girls dari Team Yamaha

Kami makan siang, istirahat, cari makan dan lain-lain, harus gantian, agar tempat duduk kami tetap aman, tidak diambil orang lain. karena semakin siang, semakin banyak orang yang datang untuk menonton.
Setelah Moto3 dan Moto2, pada pukul 16.00 Race MotoGP dilaksanakan, dan selesai sekitar pukul 17.00. Kami langsung pulang, tanpa menonton juara naik podium, karena pasti sulit untuk pulang nya. Suasana perjalanan pulang dari tempat duduk di tribun, sampai keluar ke kendaraan, penuh dengan kerumunan orang, ratusan ribu orang serempak pulang, terbayangkan padatnya jalanan..... tetapi itulah hebatnya, mereka begitu tertib antri, tertib berjalan....

Saya dengan teman-teman menonton di Tribun

Sesampai di Hotel, sekitar pukul 18.30 lalu kami siap-siap untuk Dinner dengan BigBoss Client, yang akan menjamu kami. untuk kembali diskusi mengenai opportunity dan prospektif project di tahun 2015.
Pukul 23.00 kami kembali ke Hotel, diantar oleh Client. Many thank Pak Clifton dan pak Zamrin.
Kami istirahat untuk kemudian ke-esok-an hari nya, hari Senin tanggal 27 October 2014, kami harus ke bandara Subang dan kembali ke Batam dengan pesawat Malindo Air.
Seperti tahun lalu, kembali menggelitik pertanyaan dalam hati, dengan Event yang akbar seperti ini, disaksikan oleh Jutaan bahkan Milyaran orang diseluruh dunia, kapan Bangsa kita, kapan Negara kita, Indonesia bisa menyelenggarakan ???? Apa kabar Sirkuit Sentul ???

Sabtu, November 01, 2014

2 - MOTOGP SEPANG 2014 - FREE PRACTICE - QUALIFICATION

Hari sabtu tanggal 25 October 2014, bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1436 H. Kami sarapan pagi di Hotel Grand Summit - Subang Jaya. Sesuai dengan janji, kami akan dijemput oleh Client pada pukul 09.00 waktu Malaysia.
Sambil menunggu jemputan, kami diskusi di Resto Hotel, lalu di sebelah meja kami, ada warga Negara Malaysia yang sedang diskusi juga. Dan tiba-tiba mereka bertanya pada saya, entah mengapa, mereka tertarik pada saya, khususnya salah seorang yang bergelar Datuk.


Tepat pukul 09.00, Client menjemput kami, dan kami pamit pada teman baru di Resto, untuk segera meluncur ke Sepang. Perjalanan menuju ke Sepang Circuit membutuhkan waktu sekitar 30 menit, arah menuju KLIA. Selama di Hotel pagi ini, banyak warga Negara Cina, Thailand dan lain-lain, yang juga mau menonton MotoGP, mereka rombongan dengan menggunakan Motor - motor Besar. Layaknya pembalap. Nampaknya mereka adalah komunitas penggemar MOGE (Motor Gede). Di Malaysia, highway - jalan tol diperbolehkan dimasuki oleh Motor, sehingga mereka sengaja datang dengan Motor nya dan semua perlengkapannya, layaknya Pembalap.
Suasana di Sepang Circuit sudah sangat penuh dan ramai, kami kesulitan mendapatkan parkir, kami mendapatkan parkir jauh dari pintu masuk, di perkebunan sawit, sehingga kami harus berjalan kami sekitar 4 kilometer...... Banyak keluarga muda yang membawa bayi dan anak-anak nya yang masih kecil. Sangat disayangkan, karena dengan suasana dan cuaca yang sangat panas, tidak layak untuk anak-anak apalagi untuk bayi.


Seperti tahun lalu, kami duduk di arena yang nyaman, dengan layar lebar didepan, sehingga jika para pembalap MotoGP tidak ada didepan kita, kami masih bisa melihat aksi mereka via Layar lebar.
Jika ingin menonton dengan nyaman, lebih nyaman di rumah di depan televisi, karena salah satu TV swasta Indonesia menyiarkan nya secara Live, tetapi jika ingin mendapatkan suasana balapan, maka nonton live adalah hal yang menyenangkan. Hari ini digelar free practice Moto-3, Moto-2 dan MotoGP. Sore harinya digelar Qualification.
Sore hari, pukul 16.00 kami pulang, sambil merencanakan untuk ke-esok-an harinya harus berangkat lebih pagi, agar mendapatkan parkir arah pulang, jadi kami harus U-turn, parkir di depan SPBU Petronas, agara bisa langsung pulang begitu Race selesai.
Kami pulang, sebelum sampai hotel, kami makan malam dahulu di Grand Summit Mall. Setelah Client pulang, kami kembali ke Hotel. Ternyata, kami sudah ditunggu oleh Datuk yang tadi pagi bicara, dengan pengawalnya, dia mengajak saya diskusi tentang banyak hal, salah satunya adalah keinginan dia untuk investasi di bidang Properti & Oil-Gas Services di Indonesia....... cukup lama kami berbincang, dan pukul 01.00 saya pamit,karena dengan alasan ke-esok-an harinya, pukul 06.00 kami sudah harus siap, dan dijemput oleh Client.
Bersambung..... saya mau kerja dahulu, Nanti saya lanjutkan kembali, okay......